Kita musti bercerai
Sebelum kicau murai berderai.
Terlalu kita minta pada malam ini.
Kita musti bercerai
Biar surya'kan menembus oleh malam di perisai
Dua benua bakal bentur-membentur.
Merah kesumba jadi putih kapur.
Bagaimana?
Kalau IDA, mau turut mengabur
Tidak samudra caya tempatmu menghambur.
_________________________________________________
7 Juni 1943
(Chairil Anwar)
Jumat, 07 Januari 2011
Senin, 03 Januari 2011
"Hentikan Detak Jantung"
Ayunkan pedang...
tanda berperang
Padamkan hatimu
biar hilang rasa belas kasihan
Hunuskan pedang sesaat...
Untuk balas dendam
Kutancap ke jantung
mata pedang tajam
Kepada
yang tak ku tau....
Coba hentikan aku
Sebelum engkau kuhentikan detak nadimu...
tanda berperang
Padamkan hatimu
biar hilang rasa belas kasihan
Hunuskan pedang sesaat...
Untuk balas dendam
Kutancap ke jantung
mata pedang tajam
Kepada
yang tak ku tau....
Coba hentikan aku
Sebelum engkau kuhentikan detak nadimu...
Jumat, 31 Desember 2010
UCAPAN TAHUN BARU 2011
Ini hari penghujung akhir Tahun 2010 beberapa jam lagi dah Tahun yang baru... Walau tak ada yg berbeda dengan hari - hari yang kemarin aku Ucapakan Selamat Tahun Baru.
Untuk Anda semua yang hoby sms'an... Nich bisa ambil contoh Ucapan Selamat lewat SMS dan Anda bisa melihat beberapa contoh di bawah ini :
Untuk Anda semua yang hoby sms'an... Nich bisa ambil contoh Ucapan Selamat lewat SMS dan Anda bisa melihat beberapa contoh di bawah ini :
Kamis, 30 Desember 2010
"SIUL SENDU, AKU TELAH BERLALU"
Oh jiwaku
Kemana engkau
Mengadu
Oh tubuhku
Kemana engkau
Akan berlalu
Lagu'ku begitu syahdu
Siul'ku lantun nada sendu
Sesaat terkubur
Dibawah lembah
Blukar
Rindang kamboja
Berdiri antara
Bukit-bukit kecil
Warna warni bunga
Wangi bagai surga
Oh sukmaku
Semua telah berlalu
Oh tubuhku
Penuh haru
Sudah lelah
Sudahlah
Aku lelah
Aku berebah
Aku pasrah
Kemana engkau
Mengadu
Oh tubuhku
Kemana engkau
Akan berlalu
Lagu'ku begitu syahdu
Siul'ku lantun nada sendu
Sesaat terkubur
Dibawah lembah
Blukar
Rindang kamboja
Berdiri antara
Bukit-bukit kecil
Warna warni bunga
Wangi bagai surga
Oh sukmaku
Semua telah berlalu
Oh tubuhku
Penuh haru
Sudah lelah
Sudahlah
Aku lelah
Aku berebah
Aku pasrah
Sabtu, 25 Desember 2010
"Natal"
Di ujung tempat
Ada terdengar...
gemrincing lonceng-lonceng
Terdengar pula sayup-sayup
Lagu "Malam Kudus, Sunyi Senyap" mengalun
Lilin-lilin menyala-nyala dengan berapi-api...
disana-sini
Riang anak bersorak
Tua muda ramah tersenyum
Erat peluk dan jabat tangan antara mereka
Berpandang Kasih
Penuh hati Damai
Sejahteralah hari ini
"Natal telah datang kata ku"
Tuhan Memberkati kita semua...
Amien.
Ada terdengar...
gemrincing lonceng-lonceng
Terdengar pula sayup-sayup
Lagu "Malam Kudus, Sunyi Senyap" mengalun
Lilin-lilin menyala-nyala dengan berapi-api...
disana-sini
Riang anak bersorak
Tua muda ramah tersenyum
Erat peluk dan jabat tangan antara mereka
Berpandang Kasih
Penuh hati Damai
Sejahteralah hari ini
"Natal telah datang kata ku"
Tuhan Memberkati kita semua...
Amien.
Jumat, 24 Desember 2010
Greeting Card " Merry Christmas "
Nich malam Natal tiba bagi Anda yg membutuhkan Kartu Ucapan untuk Natal silahakan pilih-pilih beberapa Contoh kartu ucapan yang kosong dan Anda bisa mengkreasikan kreatif Anda lewat Corel Draw dan PhotoShop untuk membuat tulisannya...
Tanpa mencetaknya pun dan harus repot-repot ke kantor pos, Anda sekarang sudah bisa mengirim Ucapan lewat Facebook, Email, Twitter, dan sarana lain di Internet.
Met mencoba Gan...
Tanpa mencetaknya pun dan harus repot-repot ke kantor pos, Anda sekarang sudah bisa mengirim Ucapan lewat Facebook, Email, Twitter, dan sarana lain di Internet.
Met mencoba Gan...
Rabu, 22 Desember 2010
"Juang Berjuang"
Sajak untuk Kawanku Ungky
Tatkala riuh desing peluru
bergemuruh
Berahambur misiu
koyak daging sang musuh
Itu kisah negara
belum merdeka
Kala muda
moyang kita
Namun sekarang
Bukan tenteng senjata
Untuk angkatan kita
Bukan pula menghunus pedang
Ini zaman
Sudahlah merdeka
kata Tuan...
Ini bangsa
kaum terpandang
Terpandang bukan karena harta
Bukan pula karena tahta
Bukan pula jabatan
Bukan juga kepunyaan
Terpandang karena pengetahuan
Dipandang karena pengalaman
kata Tuan...
demikian
Inilah kaum muda terdepan
Demi mencicip pengetahuan
Kau akan rindu kampung halaman
Demi menimba pengalaman
Kau tinggalkan kampung halaman
Terdengar dentuman
Disini pertempuranmu kawan
Terdengar pula tangisan
Disini perjuanganmu kawan
Di tempat ini pula terdapat
tetesan peluhmu
terdapat pula segala keluh kesahmu
Semua itu engkau umpat
Empat setengah tahun bukan waktu
yang sia-sia kawan
Disini arena peranmu
Arena perangmu kawan
Dengan buku-buku engaku bergelut
Dengan tarian engaku berperan
Dari arena ke arena engkau berpengalaman
Dari ilmu pengetahuan engkau dipecut
Segera tiba waktumu
untuk pulang kawan
Kembali ke kampung halaman
tangis haru berganti dengan bahagiamu
Walau titik juangmu belum usai
Meniti arena hidup yang tiada henti
Ini waktu menuju arena babak baru
peran hidup arena perangmu
Oleh : Mu Di Nat
Tatkala riuh desing peluru
bergemuruh
Berahambur misiu
koyak daging sang musuh
Itu kisah negara
belum merdeka
Kala muda
moyang kita
Namun sekarang
Bukan tenteng senjata
Untuk angkatan kita
Bukan pula menghunus pedang
Ini zaman
Sudahlah merdeka
kata Tuan...
Ini bangsa
kaum terpandang
Terpandang bukan karena harta
Bukan pula karena tahta
Bukan pula jabatan
Bukan juga kepunyaan
Terpandang karena pengetahuan
Dipandang karena pengalaman
kata Tuan...
demikian
Inilah kaum muda terdepan
Demi mencicip pengetahuan
Kau akan rindu kampung halaman
Demi menimba pengalaman
Kau tinggalkan kampung halaman
Terdengar dentuman
Disini pertempuranmu kawan
Terdengar pula tangisan
Disini perjuanganmu kawan
Di tempat ini pula terdapat
tetesan peluhmu
terdapat pula segala keluh kesahmu
Semua itu engkau umpat
Empat setengah tahun bukan waktu
yang sia-sia kawan
Disini arena peranmu
Arena perangmu kawan
Dengan buku-buku engaku bergelut
Dengan tarian engaku berperan
Dari arena ke arena engkau berpengalaman
Dari ilmu pengetahuan engkau dipecut
Segera tiba waktumu
untuk pulang kawan
Kembali ke kampung halaman
tangis haru berganti dengan bahagiamu
Walau titik juangmu belum usai
Meniti arena hidup yang tiada henti
Ini waktu menuju arena babak baru
peran hidup arena perangmu
Oleh : Mu Di Nat
Langganan:
Postingan (Atom)